Bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam-malam Ramadhan adalah Salat Tarawih. Berikut ini bacaan niat serta tata cara pelaksanaannya.
Salat Tarawih dilaksanakan sebagaimana salat sunnah pada umumnya, yang membedakan adalah niatnya. Ibadah ini dapat dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri, dan dilakukan setelah Salat Isya sebelum menunaikan salat witir.
Dalam buku Panduan Sholat Wajib dan Sunnah Sepanjang Masa Rasulullah SAW karya Ustadz Arif Rahman dijelaskan bahwa Salat Tarawih merupakan salat sunnah yang dilaksanakan pada malam hari selama bulan Ramadhan setelah Salat Isya.
Hukum Salat Tarawih adalah sunnah muakkad bagi laki-laki maupun perempuan. Dalam kitab Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara rinci menjelaskan tata cara khusus salat ini, namun terdapat anjuran untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah, termasuk salat malam.
Dalam hadits disebutkan, “Barang siapa yang mengerjakan qiyam (salat malam) pada bulan Ramadhan dengan hati penuh iman dan mengharap ridha dari Allah SWT maka diampuni dosa yang telah lewat.”
Bacaan Niat Salat Tarawih
Dikutip dari buku Panduan Sholat Lengkap (Wajib & Sunah) karya Saiful Hadi El Sutha, niat Salat Tarawih berbeda sesuai dengan pelaksanaannya, baik sebagai imam, makmum, maupun ketika dikerjakan sendiri. Berikut lafaz niatnya.
Niat Salat Tarawih Sebagai Imam
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرْ
Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati imâman lillâhi taâlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam, karena Allah Taala.”
Niat Salat Tarawih Sebagai Makmum
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا الِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرْ
Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati maʻmûman lillâhi taâlâ.
Artinya: “Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum, karena Allah Taala.”
Niat Salat Tarawih Sendiri
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Ushallî sunnatat tarâwîhi rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taʼâlâ.
Artinya: “Saya niat salat sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala.”
Jumlah Rakaat Salat Tarawih
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat Salat Tarawih. Dalam kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali disebutkan bahwa sebagian ulama berpendapat jumlahnya 20 rakaat, sementara pendapat lain menyatakan delapan rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat satu salam.
Pendapat yang menyebutkan delapan rakaat merujuk pada hadis dari Aisyah RA yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah ataupun mengurangi jumlah rakaat tersebut, yakni delapan rakaat ditambah tiga rakaat witir, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban.
Sementara itu, pendapat 20 rakaat merujuk pada praktik yang dilakukan pada masa Umar dan Utsman RA, yaitu melaksanakan 20 rakaat Tarawih ditambah tiga rakaat witir.
Tata Cara Melaksanakan Salat Tarawih
Dilansir dari detiksumut, berikut langkah-langkah pelaksanaan Salat Tarawih, baik delapan maupun 20 rakaat, yang dikerjakan setiap dua rakaat satu salam:
- Mengucapkan niat dalam hati.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca salah satu surah pendek Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit untuk rakaat kedua.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah pendek.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Membaca tahiyat akhir.
- Mengucapkan salam.
Kesimpulan
Semoga setiap rakaat yang ditunaikan menjadi ladang pahala, penghapus dosa, dan membawa keberkahan bagi kita semua di bulan suci Ramadan.
Sumber Referensi
- https://www.detik.com/sumut/berita/d-8359429/bacaan-niat-dan-tata-cara-salat-tarawih




