Bulan Ramadhan adalah momen istimewa yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Di bulan suci ini, Rasulullah SAW memberikan teladan terbaik dalam memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas diri.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ramadhan yang tiba kepada kalian adalah bulan penuh berkah. Allah SWT mewajibkan puasanya dan di dalamnya pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka Jahim ditutup. Semua setan durhaka dibelenggu.
Di dalamnya, Allah menjadikan satu malam lebih baik dari seribu malam. Siapa yang menyia-nyiakan kebaikannya maka sesungguhnya dia akan menderita kerugian.” (HR Ahmad, Nasa’i & Baihaqi)
Berikut ini 15 sunnah Rasulullah SAW di bulan Ramadhan yang perlu diamalkan sebagai bentuk mengikuti sunnah beliau dan memaksimalkan ibadah selama bulan yang penuh kemuliaan ini.
Amalan Sunnah Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan. Mengacu pada berbagai literatur seperti karya Said Hawwa, Panduan Muslim Sehari-hari oleh KH M. Hamdan Rasyid & Saiful Hadi El-Sutha, serta 354 Sunnah Nabi Sehari-hari karya Raghib As-Sirjani, berikut sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk diamalkan selama puasa Ramadhan.
Memperbanyak Sedekah
أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ
Artinya:
“Sebaik-baik sedekah adalah sedekah yang ditunaikan pada bulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi, karena pahala dilipatgandakan dan kebutuhan kaum dhuafa meningkat.
Menghidupkan Malam (Qiyamul Lail)
Qiyamul lail dapat berupa sholat Tahajud, Tarawih, membaca Al-Qur’an, zikir, dan doa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim)
Membaca Al-Qur’an
Nabi SAW bersabda:
“Barang siapa membaca satu huruf dari Al-Qur’an, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh.” (HR Darimi & Tirmidzi)
Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur’an, sehingga memperbanyak tilawah menjadi amalan utama.
Mendirikan Sholat Tarawih
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya:
“Barang siapa melaksanakan ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim)
I’tikaf di Masjid
Dari Abu Hurairah, ia mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda, “Rasul SAW dahulu setiap bulan puasa beri’tikaf selama sepuluh hari, dan pada tahun di mana beliau meninggal, beliau beri’tikaf di bulan Ramadhan selama dua puluh hari.” (HR Bukhari & Abu Daud)
I’tikaf sangat dianjurkan terutama pada sepuluh malam terakhir.
Mengakhirkan Sahur
Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Suatu hari kami pernah sahur bersama Rasulullah SAW, kemudian (tidak lama setelah itu) beliau bangun untuk menunaikah sholat (Subuh).” Lalu aku bertanya, “Berapa jarak antara sahur dan adzan?’ Beliau menjawab, “Sebanyak lima puluh ayat.” (HR Bukhari & Muslim)
Diriwayatkan pula oleh dari Sahl bin Sa’ad bahwa ia berkata, “Aku bersahur bersama keluargaku kemudian aku bergegas (menuju sholat) hingga aku mendapatkan sujud bersama Rasulullah SAW.” (HR Bukhari)
Menyegerakan Berbuka
لا يَزالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya:
“Manusia akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari & Muslim)
Berdoa Saat Berbuka
Abdullah bin Amr bin Ash berkata, “Aku mendengar Rasul SAW bersabda, ‘Sesungguhnya bagi orang yang berbuka puasa ketika ia berbuka, doa yang tidak akan ditolak.” (HR Ibnu Majah)
Waktu berbuka adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa.
Memberi Makan Orang Berpuasa
“Barang siapa memberi makan orang yang berbuka, maka ia mendapat pahala seperti orang tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (HR Bukhari & Muslim)
Mencari Lailatul Qadr
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ
Artinya:
“Carilah Lailatul Qadr pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR Bukhari & Muslim)
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW menuturkan, “Barangsiapa yang bangun di malam lailatul qadr dengan iman dan harapan, maka Allah akan mengampuni dosanya yang telah lampau.” (HR Bukhari Muslim)
Siapa yang menghidupkannya dengan iman dan harapan pahala akan diampuni dosa-dosanya.
Memperbanyak Tahlil
Mengucapkan:
“Laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lahu…” sebanyak 100 kali dalam sehari memiliki keutamaan besar, termasuk penghapusan dosa dan perlindungan dari setan. (HR Bukhari & Muslim)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan, “Laa ilaha illa allahu, wahdahu laa syarika lahu, lahu al-almulku wa lahu al- hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir” sebanyak 100 kali dalam sehari, maka ia seperti memerdekakan 10 budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan untuknya 100 dosa, ia mendapatkan benteng dari setan pada hari tersebut hingga sore hari, dan tidak ada satu pun yang melakukan hal yang lebih baik dari dirinya melainkan orang yang mengamalkan (ucapan tersebut) lebih banyak darinya.” (HR Bukhari & Muslim)
Menjalin Silaturahmi
Dari Abu Hurairah, bahwa ada seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah! Sungguh aku memiliki kerabat. Aku menyambung hubungan dengan mereka, namun mereka memutuskanku. Aku berbuat baik kepada mereka, namun mereka berbuat buruk kepadaku. Aku berlemah lembut dengan mereka, namun mereka berbuat kasar kepadaku.”
Maka Nabi SAW berkata, “Apabila benar demikian, maka seakan engkau menyuapi mereka pasir panas, dan Allah akan senantiasa menjadi Penolongmu selama engkau berbuat demikian.” (HR Muslim & Ahmad)
Mengkhatamkan Al-Qur’an
Rasulullah SAW berkata kepada Abdullah bin Amru, “Bacalah (khatamkanlah) Al-Qur’an sekali dalam sebulan.” (HR Bukhari)
Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk menyelesaikan khataman.
Memperbanyak Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Dzikir 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, 33 kali takbir, lalu ditutup dengan tahlil akan menghapus dosa walau sebanyak buih di lautan. (HR Muslim)
Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah sebanyak 33 kali, bertahmid kepada Allah sebanyak 33 kali, dan bertakbir kepada Allah sebanyak 33 kali; maka semuanya berjumlah 99.”
Lalu beliau berkata lagi, “Dan ke-100 nya mengucapkan, “Laa ilaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahu al-mulku wa lahu al- hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir (Tiada sesembahan melainkan Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kekuasaan dan puji-pujian; dan Dia adalah Dzat yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu)”, maka diampuni kesalahan-kesalahannya walaupun sebanyak buih yang ada di lautan.” (HR Muslim, Abu Dawud & Ahmad)
Memperbanyak Istighfar
Istighfar menjadi bentuk kerendahan hati dan permohonan ampun kepada Allah SWT.
Diriwayatkan Abu Hurairah, ia mendengar Rasulullah SAW menuturkan, “Demi Allah! aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Bukhari & Ahmad)
Dalam riwayat lain, Nabi SAW bersabda, “Sungguh aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada- Nya seratus kali dalam sehari.” (HR Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah & Ahmad, dari Abu Hurairah)
Kesimpulan
Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini, Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana peningkatan iman dan perbaikan diri secara menyeluruh.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6623167/15-amalan-sunnah-saat-puasa-ramadhan-yang-paling-dianjurkan




