Puasa adalah salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan agung dan nilai ibadah yang tinggi. Dalam pelaksanaannya, terdapat rukun dan syarat yang wajib dipenuhi agar puasa sah menurut syariat. Salah satu rukun yang paling mendasar ialah niat.
Besok, Muhammadiyah akan memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah sesuai dengan ketetapan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Penetapan ini didasarkan pada metode hisab dengan pedoman Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Awal puasa ini menjadi momentum penting untuk memulai rangkaian ibadah Ramadan dengan penuh kesiapan lahir dan batin.
Sejak malam malam ini, warga Muhammadiyah telah melaksanakan salat Tarawih sebagai tanda dimulainya bulan suci yang penuh keberkahan.
Kedudukan Niat Dalam Ibadah Puasa
Niat adalah unsur pokok dalam setiap ibadah, termasuk puasa. Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa niat merupakan rukun yang menentukan sah atau tidaknya puasa. Tanpa niat, aktivitas menahan makan dan minum hanya menjadi kebiasaan biasa, bukan ibadah yang bernilai pahala.
Tempat niat sejatinya berada di dalam hati. Artinya, niat adalah tekad dan kesadaran batin untuk melaksanakan ibadah. Mengucapkan doa niat puasa secara lisan memang tidak wajib, tetapi dianjurkan sebagai bentuk penegasan dan penguat niat di dalam hati.
Untuk puasa wajib seperti Ramadhan, niat harus dilakukan pada malam hari, yakni sejak waktu Maghrib hingga sebelum terbit fajar.
Jika seseorang baru berniat setelah fajar untuk puasa wajib, maka puasanya tidak sah. Ketentuan ini menegaskan bahwa ibadah puasa harus diawali dengan kesadaran dan persiapan sejak malam sebelumnya.
Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Dalam praktiknya, terdapat lafaz niat puasa Ramadhan yang umum diamalkan, khususnya oleh pengikut Mazhab Syafi’i yang mewajibkan pembaruan niat setiap malam.
Dilansir dari Liputan6, berikut lafaznya:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah ta’ala.”
Bacaan ini membantu memantapkan niat yang telah tertanam di dalam hati sebelum menjalankan puasa keesokan harinya.
Dalil Niat Puasa Dalam Al-Qur’an Dan Hadits
Kewajiban niat dalam puasa memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Al-Qur’an menegaskan kewajiban puasa dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bertujuan membentuk ketakwaan, yang tentu harus dilandasi niat yang tulus.
Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa nilai suatu amal ditentukan oleh niat yang menyertainya.
Terkait waktu niat puasa wajib, Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)
Selain itu, terdapat riwayat lain:
“Sesungguhnya niat (puasa) adalah pada malam hari, barangsiapa yang berbuka sebelum meniatkan (puasa) pada malam hari, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ibnu Hibban)
Hadits-hadits ini mempertegas bahwa niat puasa wajib harus dilakukan sebelum terbit fajar.
Kesimpulan
Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, memperkuat iman, serta menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa.
Sumber Referensi
- https://www.liputan6.com/islami/read/6278139/doa-niat-puasa




