Kabar gembira datang untuk ribuan tenaga pengajar di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur resmi mengajukan pengangkatan 4.876 PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu tanpa perlu mengikuti tes tambahan.
Pengajuan ini tertuang dalam surat resmi bernomor:
800.1.13.2/386/Dikbud/2026, yang dikirim ke Bupati Lombok Timur pada tanggal 4 Maret 2026.
Kepala Dikbud Lombok Timur, M. Nurul Wathoni, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk perhatian dari pemerintah daerah.
Perhatian ini ditujukan khusus bagi para tenaga pengajar dan staf pendidikan yang telah lama mengabdi di dunia pendidikan.
Pengangkatan PPPK Tanpa Tes Tambahan
Dalam surat usulan tersebut, Dikbud Lombok Timur mengajukan agar ribuan PPPK paruh waktu yang telah mengabdi di berbagai satuan pendidikan dapat diangkat menjadi PPPK penuh waktu tanpa melalui tes tambahan.
Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan kepastian status kerja bagi tenaga pendidik yang selama ini memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar di wilayah tersebut.
Langkah ini juga dianggap sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan loyalitas para tenaga pendidikan.
Hal ini karena mereka telah mengabdi bertahun-tahun baik di sekolah maupun di lingkungan dinas pendidikan.
Selain guru, beberapa tenaga kependidikan lainnya juga termasuk dalam kelompok PPPK paruh waktu yang diusulkan untuk diangkat menjadi penuh waktu.
Kontribusi PPPK Paruh Waktu di Sekolah
Keberadaan PPPK paruh waktu selama ini dianggap memiliki peran krusial dalam memastikan kelancaran operasional pendidikan di Lombok Timur.
Mereka tidak hanya berfungsi sebagai guru, tetapi juga menempati posisi penting lainnya, antara lain:
- tenaga tata usaha sekolah
- operator sekolah
- staf Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)
- staf administrasi di kantor dinas pendidikan
Peran mereka sangat membantu menutupi kekurangan sumber daya manusia di sektor pendidikan yang masih terjadi di beberapa wilayah.
Tanpa kontribusi tenaga ini, kelancaran operasional sekolah di berbagai daerah kemungkinan besar akan terganggu.
Banyak yang Telah Mengabdi Lebih dari 10 Tahun
Salah satu alasan utama di balik usulan pengangkatan ini adalah lama pengabdian para tenaga PPPK paruh waktu.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Lombok Timur, mayoritas dari mereka telah bekerja bertahun-tahun, bahkan ada yang telah mengabdi lebih dari sepuluh tahun.
Pengalaman panjang ini membuat para tenaga pendidikan dianggap memiliki pemahaman mendalam mengenai sistem pendidikan serta kebutuhan sekolah di wilayah masing-masing.
Dengan pengalaman tersebut, mereka dinilai memiliki kemampuan yang cukup untuk menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik penuh waktu.
Mayoritas Telah Memiliki Sertifikasi Guru
Selain pengalaman panjang, aspek lain yang menjadi pertimbangan adalah tingkat kompetensi para tenaga pendidik.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Lombok Timur, hampir 90 persen PPPK paruh waktu telah mengantongi sertifikasi guru.
Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa mereka telah memenuhi standar profesional sebagai pendidik.
Dengan kondisi tersebut, pengangkatan menjadi PPPK penuh waktu dinilai tidak hanya menjamin kepastian status kerja, tetapi juga berpotensi meningkatkan mutu layanan pendidikan.
Harapan untuk Memperkuat Kualitas Pendidikan
Peralihan status dari PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu diharapkan memberi dampak positif bagi sektor pendidikan di Lombok Timur.
Dilansir dari Pojoksatu berikut beberapa manfaat yang diantisipasi:
- meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidikan
- memberi kepastian karier bagi guru dan staf pendidikan
- memperkuat stabilitas tenaga pengajar di sekolah
- meningkatkan mutu layanan pendidikan
Pemerintah daerah berharap usulan ini dapat diteruskan ke pemerintah pusat untuk memperoleh persetujuan lebih lanjut.
Hal ini penting karena kebijakan pengangkatan PPPK tetap harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, termasuk Kementerian PANRB dan BKN.
Jika usulan disetujui, ribuan tenaga pendidikan di Lombok Timur berpeluang mendapatkan status kerja yang lebih jelas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
Langkah ini juga dianggap sebagai strategi penting untuk memperkuat pendidikan di daerah, serta memastikan proses belajar mengajar di sekolah berjalan lebih optimal.
Kesimpulan
Ribuan PPPK paruh waktu di Lombok Timur berpeluang diangkat menjadi PPPK penuh tanpa tes tambahan, sebagai bentuk penghargaan atas pengalaman dan kompetensi mereka di dunia pendidikan.
Sumber Referensi
https://bogor.pojoksatu.id/nasional/1157276943/4876-pppk-paruh-waktu-diusulkan-naik-jadi-pppk-penuh-tanpa-tes-simak-penjelasan-dikbud-lotim




