Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI mencatat terdapat sekitar 3 juta penerima baru bantuan sosial (bansos) yang belum menerima pencairan. Mereka merupakan penerima hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Sabtu (21/2/2026), menyatakan bahwa para penerima ini masih dalam proses administrasi penyaluran.
“Sebagian besar belum memiliki rekening. Maka itu ada namanya buka burekol dan perlu waktu 1–2 bulan untuk burekol-nya sebelum bantuan dapat dicairkan,” ujar Saifullah dilansir dari kompas yang mengutip dari Antara.
Kemensos mendorong masyarakat untuk memeriksa status penerimaan secara mandiri melalui situs resmi pemerintah agar bisa memastikan posisi data masing-masing.
Dari total 3 juta penerima baru ini, sekitar 1 juta adalah peserta Program Keluarga Harapan (PKH), sementara sekitar 2 juta sisanya merupakan penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau sembako.
Penambahan keluarga penerima manfaat (KPM) ini merupakan hasil pembaruan data DTSEN yang dilakukan secara berkala setiap triwulan.
Artinya, munculnya nama-nama baru di daftar bansos adalah dampak dari pemutakhiran data sosial-ekonomi nasional.
Namun, karena statusnya sebagai penerima baru, sebagian besar masih menunggu proses administrasi sebelum dana bisa disalurkan.
Kemensos menjelaskan beberapa langkah yang harus dilalui penerima baru, antara lain:
- Pembukaan rekening kolektif (burekol)
- Distribusi kartu bantuan
- Persiapan mekanisme penyaluran, termasuk melalui PT Pos Indonesia di sejumlah daerah
Proses burekol menjadi tahap penting karena banyak penerima baru belum memiliki rekening bank.
Tanpa rekening, dana bantuan tidak bisa langsung ditransfer.
Kemensos memperkirakan proses ini memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan sebelum dana benar-benar bisa diterima oleh masing-masing penerima.
Cara Memeriksa Status Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerimaan secara mandiri melalui situs resmi berikut:
- Kunjungi situs https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, serta desa atau kelurahan sesuai tempat tinggal.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Ketik kode captcha yang muncul di layar.
- Baca Juga: Panduan Resmi Kemensos: Cara Memperbarui Desil agar Bisa Mendapatkan Bansos
- Klik tombol “CARI DATA” dan tunggu hasil pencarian.
Jika nama Anda muncul tetapi dana belum cair, kemungkinan besar status bantuan masih dalam proses administrasi, seperti pembukaan rekening atau distribusi kartu bantuan.
Progres Penyaluran Bansos Triwulan I 2026
Penyaluran bansos pada triwulan pertama 2026 dilaporkan berjalan lancar dan bertahap. Hingga awal Februari, realisasi penyaluran telah mencapai lebih dari 85 persen atau senilai lebih dari Rp15 triliun.
- PKH: Bantuan telah diterima oleh 8.940.958 KPM dari total 10 juta KPM, dengan nilai lebih dari Rp6 triliun (sekitar 89,4 persen).
- BPNT / Sembako: Telah menjangkau lebih dari 15 juta KPM dari total 18.250.000 KPM, dengan nilai lebih dari Rp9 triliun (sekitar 86,9 persen).
Seluruh bantuan disalurkan melalui bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Skema ini diterapkan agar bantuan diterima langsung oleh masyarakat dan meminimalkan risiko penyalahgunaan. Kemensos menekankan bahwa proses administrasi bagi penerima baru terus dipercepat, terutama menjelang Ramadan, agar masyarakat yang sudah terdaftar dalam DTSEN segera merasakan manfaat program perlindungan sosial ini.
Kesimpulan
Sebanyak 3 juta penerima baru PKH dan BPNT 2026 belum menerima bansos, tetapi masyarakat bisa mengecek statusnya secara mandiri melalui situs resmi Kemensos.
Sumber Referensi
https://www.kompas.tv/info-publik/652144/3-juta-penerima-baru-pkh-dan-bpnt-2026-belum-cair-ini-cara-cek-status-bansos-terbaru




