Pencairan bantuan sosial (bansos) kembali menjadi kabar yang paling ditunggu masyarakat pada awal 2026.
Pemerintah memastikan bansos reguler tahap pertama mulai disalurkan pada Februari 2026 sebagai upaya menjaga daya beli dan membantu keluarga rentan memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Bansos Reguler Mulai Disalurkan Februari 2026
Pemerintah melalui Kementerian Sosial memastikan bahwa penyaluran bansos tahap pertama tahun anggaran 2026 dimulai pada Februari.
Bantuan ini menyasar sekitar 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdata secara resmi. Penyaluran bansos ini bertujuan untuk:
- Menekan beban pengeluaran rumah tangga kurang mampu
- Menjaga ketahanan ekonomi keluarga rentan
- Memastikan bantuan tepat sasaran melalui data terpadu
Dilansir dari laman Kumparan, setidaknya ada dua jenis bansos yang dipastikan cair pada Februari 2026 adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Program Keluarga Harapan (PKH) 2026
Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bansos bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin terdaftar untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Sasaran dan Mekanisme Penyaluran PKH
PKH diberikan kepada keluarga dengan kategori tertentu, seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui:
Rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BSI)
PT Pos Indonesia untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar)
Besaran Bantuan PKH Februari 2026
Besaran bantuan PKH berbeda-beda sesuai kategori dalam satu keluarga. Berikut rincian nominal bantuan per tahap:
- Ibu hamil: Rp 750.000
- Anak usia dini: Rp 750.000
- Siswa SD: Rp 225.000
- Siswa SMP: Rp 375.000
- Siswa SMA: Rp 500.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp 600.000
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp 600.000
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 2.700.000
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada Februari 2026 sebagai bentuk dukungan pemenuhan kebutuhan pangan pokok masyarakat.
Tujuan dan Bentuk Bantuan BPNT
BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok, seperti:
- Beras
- Minyak goreng
- Telur dan bahan pangan lainnya
Saldo BPNT hanya bisa dibelanjakan di e-warong atau agen resmi yang telah bekerja sama dengan pemerintah.
Nominal BPNT yang Diterima KPM
- Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan BPNT sebesar:
- Rp 200.000 per bulan
- Disalurkan per triwulan sebesar Rp 600.000 per tahap
Penyaluran BPNT dilakukan melalui bank Himbara atau PT Pos Indonesia, sama seperti PKH, untuk memastikan bantuan diterima secara aman dan tepat sasaran.
Dampak Pencairan Bansos Februari 2026 bagi Masyarakat
Pencairan PKH dan BPNT pada Februari 2026 diharapkan memberikan dampak positif, antara lain:
- Meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu
- Menjaga kecukupan pangan rumah tangga
- Meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan
Bansos ini menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Penutup
Dengan cairnya dua bansos utama pada Februari 2026, kamu yang terdaftar sebagai penerima manfaat diimbau untuk rutin mengecek status kepesertaan melalui kanal resmi. Pastikan data kependudukan selalu valid agar bantuan dapat diterima tepat waktu.
Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap informasi palsu dan hanya mengikuti pengumuman dari sumber terpercaya.
sumber: https://kumparan.com/berita-hari-ini/2-bansos-yang-cair-bulan-februari-2026-dan-besarannya-26iGklQJE88/full




