1,9 Juta Penerima Bansos Berpotensi Dihapus
Bantuan sosial (Bansos) adalah program pemerintah yang bertujuan untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan.
Namun, ada perubahan besar yang akan terjadi dalam daftar penerima bansos. Sebanyak 1,9 juta nama akan dihapus dari daftar penerima bansos.
Merek dianggap tidak layak lagi mendapatkan bansos dari pemerintah. Kementerian Sosial telah melakukan pengecekan lapangan terhadap 12 juta Keluarga Penerima Manfaat.
Menteri sosial, Gus Ipul, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan bersama pendamping sosial, petugas Badan Pusat Statistik, dan pemerintah daerah.
Data Dewan Ekonomi Nasional menunjukan bahwa 45% penerima bansos tidak memenuhi syarat. Kondisi ini menunjukan kebocoran penyaluran bantuan.
Gus ipul menegaskan bahwa DTSEN akan menjadi fondasi penting bagi kebijakan sosial berbasis bukti. Pembaruan data harus dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi penduduk berubah sangat cepat.
Cara cek nama penerima bansos
Berikut cara cek nama penerima bansos secara online melalui situs resmi Cekbansos.kemensos.go.id:
- Buka link https://cekbansos.kemensos.go.id/
- Pilih wilayah penerima manfaat
- Pilih Provinsi, kab/kota Anda, kecamatan dan desa
- Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP
- Ketik ulang huruf kode captcha yang tersedia
- Klik Cari Data
- Tunggu munculnya informasi apakah nama Anda tercantum sebagai penerima bantuan sosial
Cara cek nama penerima bansos juga bisa melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos. Berikut caranya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos yang resmi melalui Google Play Store atau App Store
- Buka aplikasinya di HP
- Registrasi akun Anda dengan data diri yang benar
- Masukkan data wilayah dan nama sesuai KTP
- Klik Cari Data untuk mengetahui status nama Anda sebagai penerima bansos atau tidak
Aplikasi dari Kementerian Sosial ini akan memberikan informasi terkait nama yang menerima bansos sampai info bansos yang sedang berjalan. Cek Bansos akan menunjukkan status penerima BPNT, BST, dan PKH dari Kementerian Sosial.
Penyebab Utama Nama Dihapus dari Daftar Bansos
- Status Ekonomi Dianggap Membaik Ini adalah penyebab paling umum dan sebenarnya merupakan tujuan akhir dari program bansos itu sendiri.
- Data Tidak Sinkron di DTSEN Ini adalah penyebab teknis yang paling sering terjadi dan bisa diatasi dengan pembaruan data.
- Tidak Lagi Memenuhi Kriteria Program, setiap program bansos memiliki syarat spesifik yang harus dipenuhi. Ketika kondisi berubah, penerima bisa otomatis dikeluarkan.
- Rekening KKS Tidak Aktif: Untuk penerima PKH dan BPNT, dana disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan rekening bank.
- Tidak mengikuti verifikasi ulang: Beberapa daerah mengadakan verifikasi faktual (verval) secara berkala untuk memastikan data penerima masih valid.
Kesimpulan
Semua penerima bansos wajib pastiin data mereka udah masuk sistem baru ini kalau mau tetep dapat bantuan di 2026.




